Asal-Usul Nama "Guwa"
Kawasan Guwa (meliputi Guwa Lor dan Guwa Kidul) dirintis oleh Ki Gede Guwa Ki Madun Jaya (Ki Baluran), keturunan Pangeran Gesang dari Cirebon. Beliau adalah tokoh yang membuka lahan (babat alas) di ujung barat Cirebon.
Tradisi Ngumbah Pusaka
Setiap tanggal 10 Dzulhijjah, masyarakat melestarikan tradisi "Ngumbah Pusaka" (memandikan benda pusaka) peninggalan Ki Gede Guwa. Pusaka yang dimandikan berupa tongkat, kemong, dan dua besi kuning yang dipercaya sebagai pertanda kondisi desa.
Uniknya, pusaka ini dirawat dan disimpan oleh Kuwu (Kepala Desa) yang sedang menjabat di Guwa Kidul.