Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang Desa Ujungsemi, sebuah desa di Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon yang kaya akan sejarah dan tradisi. Kita akan mengupas asal-usul nama, sosok leluhur Ki Patih Semi, tradisi Pilihan Kuwu yang unik, serta profil desa terkini.
Letak Geografis dan Identitas Desa
Desa Ujungsemi adalah salah satu dari 9 desa di wilayah Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, Indonesia [citation:1][citation:2]. Desa ini terletak di bagian barat Kabupaten Cirebon, dengan luas wilayah mencapai 245 hektar dan jumlah penduduk sekitar 4.411 jiwa pada data terakhir, menjadikannya desa yang cukup padat penduduk [citation:1].
Secara geografis, Desa Ujungsemi berada pada ketinggian sekitar 7 meter di atas permukaan laut dengan koordinat lintang -6.5820856 dan bujur 108.3810347, termasuk wilayah dataran rendah yang subur untuk pertanian [citation:9]. Desa ini menggunakan kode pos 45165, sama dengan seluruh desa di Kecamatan Kaliwedi [citation:2][citation:6][citation:9].
Batas-batas Wilayah
Batas wilayah Desa Ujungsemi telah ditetapkan secara resmi melalui Peraturan Bupati Cirebon Nomor 559 Tahun 2022 Tentang Batas Desa Ujungsemi Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon [citation:4]. Adapun batas-batas desa meliputi:
- Sebelah Utara: Berbatasan dengan wilayah desa lain di Kecamatan Kaliwedi
- Sebelah Timur: Wilayah Desa Kaliwedi Kidul
- Sebelah Selatan: Wilayah Kecamatan Arjawinangun
- Sebelah Barat: Wilayah Desa Jatianom (Kecamatan Susukan Lebak)
245 Ha
Luas Wilayah [citation:1]
4.411
Penduduk [citation:1]
7 mdpl
Ketinggian [citation:9]
45165
Kode Pos [citation:2][citation:6][citation:9]
Sejarah Desa: Dari Pranggong ke Ujungsemi
Nama Lama: Pranggong
Berdasarkan catatan sejarah yang tersimpan dalam memori kolektif masyarakat, Desa Ujungsemi dulunya dikenal dengan nama Pranggong [citation:1][citation:5][citation:7]. Sayangnya, belum ditemukan sumber tertulis yang menjelaskan secara pasti arti dari nama Pranggong atau sejak kapan nama tersebut mulai digunakan. Yang jelas, pergantian nama menjadi Ujungsemi berkaitan erat dengan sosok leluhur yang dihormati masyarakat.
Ki Patih Semi dan Nyi Patih Semi: Leluhur Desa
Tokoh sentral dalam sejarah Desa Ujungsemi adalah sepasang leluhur yang dikenal dengan sebutan Ki Patih Semi dan Nyi Patih Semi [citation:3]. Beliau berdua dimakamkan di desa ini dan menjadi sosok yang sangat dihormati oleh masyarakat Ujungsemi.
Nama desa "Ujungsemi" kemungkinan besar berasal dari kata "Ujung" (puncak/penghujung) dan "Semi" (yang diambil dari nama Ki Patih Semi). Secara harfiah, Ujungsemi dapat diartikan sebagai "penghujung atau puncak dari wilayah Ki Patih Semi". Hal ini menunjukkan bahwa desa ini merupakan pusat atau wilayah yang berkaitan erat dengan keberadaan Ki Patih Semi beserta keturunannya.
Tradisi Pilihan Kuwu: Menghormati Leluhur
Apa Itu Tradisi Pilihan Kuwu?
Tradisi Pilihan Kuwu merupakan sebuah tradisi unik yang dilakukan oleh masyarakat Desa Ujungsemi ketika terjadi pergantian kuwu (kepala desa) baru. Berdasarkan penelitian akademis yang dilakukan oleh Nurul Fadillah dari Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun 2015, tradisi ini memiliki makna yang sangat dalam, yaitu sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada leluhur desa, Ki Patih Semi dan Nyi Patih Semi [citation:3].
Berbeda dengan pemilihan kepala desa pada umumnya yang hanya berlangsung secara prosedural administratif, di Ujungsemi proses pergantian kuwu dibarengi dengan serangkaian ritual adat yang bertujuan untuk memohon restu kepada leluhur desa. Hal ini mencerminkan masih kuatnya ikatan spiritual antara masyarakat dengan para pendahulu mereka.
Makna dan Tujuan Tradisi
Tradisi Pilihan Kuwu mengandung beberapa makna penting bagi masyarakat Ujungsemi [citation:3]:
- Penghormatan kepada Leluhur: Mengingatkan masyarakat bahwa kepemimpinan di desa tidak lepas dari restu dan berkah para leluhur yang telah membabat alas dan mendirikan pemukiman.
- Pengakuan terhadap Sejarah: Menegaskan bahwa Ki Patih Semi dan Nyi Patih Semi adalah figur sentral dalam sejarah berdirinya desa.
- Pemersatu Masyarakat: Tradisi ini menjadi momen di mana seluruh warga berkumpul, bergotong royong, dan memperkuat ikatan sosial.
- Doa dan Harapan: Masyarakat berharap agar kuwu yang baru mendapatkan berkah dan mampu membawa desa ke arah yang lebih baik.
Upaya Pelestarian Tradisi
Penelitian tersebut juga mengungkapkan berbagai upaya yang dilakukan masyarakat Ujungsemi untuk melestarikan tradisi Pilihan Kuwu [citation:3]:
- Melaksanakan tradisi secara konsisten setiap kali terjadi pergantian kuwu baru.
- Mengadakan Haul Ki Patih Semi secara rutin untuk memperingati jasa-jasa leluhur.
- Peran orangtua yang selalu mengajak anak dan sanak saudara ketika ada tradisi pilihan kuwu, sehingga terjadi pewarisan antargenerasi.
- Menjalin kerjasama dengan semua pihak, termasuk tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan pemerintah kabupaten.
Menariknya, penelitian tersebut menyebutkan bahwa tidak ditemukan faktor penghambat dalam upaya pelestarian tradisi ini. Partisipasi masyarakat sangat tinggi, baik dalam bentuk bantuan tenaga, pikiran, maupun dukungan moril. Kesadaran dan kepedulian masyarakat serta tokoh masyarakat menjadi modal utama, ditambah dukungan dari Pemerintah Kabupaten Cirebon [citation:3].
Namun, terdapat hambatan dalam pelaksanaan tradisi pilihan kuwu, yaitu adanya perubahan aturan dari pemerintah pusat mengenai masa jabatan kuwu atau kepala desa. Hal ini memengaruhi frekuensi pelaksanaan tradisi yang harus menyesuaikan dengan regulasi yang berlaku [citation:3].
Perkembangan Desa: Ujungsemi Permai dan Dusun 6
Perumahan BTN Ujungsemi Permai
Seiring dengan perkembangan zaman, Desa Ujungsemi juga mengalami perluasan wilayah pemukiman. Di wilayah barat desa, tepatnya di perbatasan dengan Kaliwedi dan Jatianom, terdapat pemukiman baru yang diberi nama Perumahan BTN Ujungsemi Permai [citation:1][citation:7]. Perumahan ini terletak di Blok Sawah Alas dan termasuk dalam wilayah Blok/Dusun 6 [citation:1][citation:7].
Keberadaan perumahan ini menandakan bahwa Ujungsemi tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga terbuka terhadap pembangunan dan modernisasi. Wilayah ini menjadi tempat tinggal bagi penduduk baru yang mencari hunian di kawasan yang masih asri namun dekat dengan akses perkotaan.
Kehidupan Masyarakat dan Keamanan
Keamanan dan ketertiban di Desa Ujungsemi terus dijaga melalui kerjasama antara aparat kepolisian dan masyarakat. Sebagai contoh, pada bulan Maret 2025, Kapolsek Kaliwedi, AKP Sugiono, S.H. bersama jajaran melaksanakan kegiatan Jumat Curhat di Balai Desa Ujungsemi [citation:8].
Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi serta menampung aspirasi masyarakat dan Satgas Desa Ujungsemi terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Masyarakat dan para Kepala Satgas Desa Ujungsemi menyatakan dukungan terhadap program pemerintah serta upaya Polri dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, terutama menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri [citation:8].
Informasi Kode Pos dan Administrasi
Sebagai bagian dari Kecamatan Kaliwedi, Desa Ujungsemi menggunakan kode pos 45165 yang berlaku untuk seluruh desa di kecamatan ini [citation:6][citation:9][citation:10]. Berikut adalah struktur kode pos 45165 [citation:6][citation:9]:
- Digit pertama (4): Kode wilayah Jawa Barat
- Digit kedua dan ketiga (51): Kode Kabupaten Cirebon
- Digit keempat (6): Kode Kecamatan Kaliwedi
- Digit kelima (5): Kode spesifik untuk desa-desa di Kaliwedi, termasuk Ujungsemi
Untuk pengiriman surat atau paket ke Ujungsemi, format alamat yang benar adalah [citation:9]:
Ujungsemi, Kaliwedi
Cirebon, Jawa Barat
Indonesia, 45165
Profil Singkat Desa Ujungsemi
| 📋 Informasi Umum Desa Ujungsemi | |
|---|---|
| Nama Desa | Ujungsemi |
| Nama Lama | Pranggong [citation:1][citation:5][citation:7] |
| Kecamatan | Kaliwedi, Kabupaten Cirebon |
| Kode Pos | 45165 [citation:2][citation:6][citation:9] |
| Kode Kemendagri | 32.09.29.2004 [citation:1] |
| Luas Wilayah | 245 hektar [citation:1] |
| Jumlah Penduduk | 4.411 jiwa [citation:1] |
| Ketinggian | 7 mdpl [citation:9] |
| Koordinat | -6.5820856, 108.3810347 [citation:9] |
| Leluhur Desa | Ki Patih Semi dan Nyi Patih Semi [citation:3] |
| Tradisi Khas | Pilihan Kuwu (penghormatan kepada leluhur) [citation:3] |
| Pemukiman Baru | Perumahan BTN Ujungsemi Permai (Dusun 6) [citation:1][citation:7] |
| Peraturan Batas Desa | Perbup Cirebon No. 559 Tahun 2022 [citation:4] |
Ujungsemi: Antara Tradisi dan Kemajuan
Desa Ujungsemi adalah contoh menarik bagaimana sebuah desa mampu menjaga tradisi leluhur sambil tetap terbuka terhadap perkembangan zaman. Dari namanya yang berasal dari Pranggong dan dikaitkan dengan Ki Patih Semi, desa ini menyimpan sejarah panjang tentang penghormatan kepada para pendahulu.
Tradisi Pilihan Kuwu yang hingga kini masih dilestarikan menjadi bukti bahwa masyarakat Ujungsemi tidak melupakan akar budayanya. Makna penghormatan kepada leluhur yang terkandung dalam tradisi ini mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga tali silaturahmi antar generasi.
Di sisi lain, kehadiran Perumahan BTN Ujungsemi Permai menunjukkan bahwa desa ini terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan modern. Sinergi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan yang terjalin dengan baik semakin memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Semoga dengan hadirnya tulisan ini, pembaca semakin mengenal dan mencintai Desa Ujungsemi, Kecamatan Kaliwedi, Cirebon — desa yang menyimpan legenda, menjunjung tradisi, dan terus melangkah maju membangun peradaban.
Kembali ke Beranda Desa#Ujungsemi #KaliwediCirebon #SejarahCirebon #KiPatihSemi #TradisiPilihanKuwu #DesaDiCirebon